Sejarah
Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Al-Islamiyah Selorejo Ngunut Babadan Ponorogo merupakan salah satu lembaga pendidikan yang awal mula berdirinya merupakan prakarsa masyarakjat yang dimotori oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama’ Desa Ngunut (Pengurus Ranting Ngunut). Tujuan didirikannya tidak lepas dari tujuan untuk mencerdaskan anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa yang mempunyai kepribadian Islami (Iman dan Taqwa kepada Allah SWT) yang kuat. Tujuan ini didasari oleh kesadaran:
- Sadar dan yakin bahwa usaha untuk memajukan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
- Kesadaran akan keberhasilan pembinaan masyarakat Islam terletak pada kesempurnaan pendidikan anggota-anggotanya, sehingga menjadi manusia yang taqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur , cerdas, berpengetahuan luas, terampil, dan penuh tanggung jawab terhadap nusa, bangsa, dan agama.
- Sadar dan yakin bahwa pembinaan dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan yang bernafaskan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang berhaluan salah satu madzhab empat: syafi’i, maliki, hambali, dan Hanafi merupakan tugas mulia dan luhur.
Keberadaan MI Ma’arif Al-Islamiyah Selorejo Ngunut Babadan Ponorogo ini bermula dari keberadaan Pondok Pesantren Salafiyah yang dipimpin oleh Bpk. K Sodiqun sekitar tahun 1912. Dan dalam perkembangannya pada tanggal 10 November 1933 MI Ma’arif Al-Islamiyah Selorejo Ngunut Babadan Ponorogo berdiri. Nama yang disandangnya bukanlah seperti sekarang, namun masih bernama Madrasah Wajib Belajar Nahdlatul Ulama’ (MWB NU). Nama ini mengikuti ketentuan-ketentuan yang masih berlaku saat itu baik dilingkungan internal Nahdlatul Ulama’ maupun pemerintah (Undang-undang Pendidikan dan Pengajaran No. 12 tahun 1954). Madrasah Wajib Belajar Nahdlatul Ulama’ (MWB NU) ini mendapat PIAGAM Pengakuan Kewajiban Belajar dari Djawatan Pendidikan Agama Kementerian Agama Republik Indonesia dengan nomor seri: K/4/C II/7385. Kemudian pada tahun 1960 berganti nama menjadi Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama’ (MINU) dengan nomor seri piagam: k/4/C II/7381. Kemudian tahun 1978 berganti nama menjadi Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Al-Islamiyah Selorejo dengan nomor piagam madrasah: L.m./3/206/A/1978 yang dikeluarkan oleh Departemen Agama Republik Indonesia, dan nama ini tidak berubah sampai sekarang.
Di lingkungan Departemen Agama Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Al-Islamiyah Selorejo memiliki Nomor Statistik Madrasah (NSM): 112350217064 dan pada tahun 1998 sebagai MI Swasta mendapat status DIAKUI. Sedangkan di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama’ telah dinyatakan terdaftar sebagai anggota Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Wilayah Jawa Timur dengan nomor: B-02130015 pada tahun 2003.
Dalam perkembangan sejarahnya Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Al-Islamiyah Selorejo Ngunut ini telah membuktikan bahwa keberadaannya memiliki andil besar dalam mencetak kader-kader yang berkualitas di tengah-tengah rivalitas kader bangsa. Bukti ini terlihat dari lulusan-lulusannya yang sekarang banyak berhasil, diantara memegang posisi penting dalam instansi baik swasta maupun pemerintahan.
Disamping itu kemajuan kuantitas murid yang pada tahun 80 dan 90 an bisa mencapai 200 lebih dengan areal wilayah yang cukup luas sampai ke desa tetangga (Polorejo dusun Bakalan, beji, dan Dadahan). Kelebihan kuantitas ini dibarengi dengan prestasi-prestasi yang diraih dalam even-even perlombaan baik tingkat kecamatan maupun kabupaten. Namun seiring perkembangan zaman dan bertambahnya sekolah-sekolah baru, kuantitas murid yang melebihi tersebut tidak bisa dipertahankan sampai sekarang. Namun kualitas dan profesionalisme pengelolaannya tetap dipertahankan dengan penuh upaya demi tercapainya visi dan misi madrasah yang telah digariskan.
Letak Geografis
MI Ma’arif Al-Islamiyah Selorejo merupakan Lembaga di bawah naungan Kementerian Agama yang beralamatkan di Jl.Syuhada 273 Ngunut Babadan Ponorogo Adapun lokasi MI Ma’arif Al-Islamiyah Selorejo terletak pada geografis yang sangat cocok untuk proses belajar mengajar yang terletak di tengah pemukiman penduduk. MI ini dibangun dengan pertimbangan tata letak bangunan yang memberikan kenyamanan untuk belajar. Hal ini dapat di lihat dari tata letak ruang belajar yang agak jauh dari jalan raya sehingga kebisingan dari kendaraan bermotor dan kendaraan umum yang melintasi jalan raya dapat diminimalisir dan siswa tetap belajar dengan nyaman. Adapun batas-batas dari lokasi MI Ma’arif Al-Islamiyah Selorejo adalah sebelah utara berbatasan dengan rumah penduduk, sebelah barat berbatasan dengan persawahan sebelah selatan berbatasan dengan persawahan, sebelah timur berbatasan dengan jalan desa.